Program Kampus Tangguh STIE Hidayatullah Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lebih dari 70 persen kejadian bencana di Indonesia didominasi oleh fenomena hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Intensitas ancaman iklim yang terus meningkat ini menuntut institusi pendidikan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga membangun ketangguhan fisik dan operasional kawasan kampus.

Lingkungan perguruan tinggi yang dihuni mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki tingkat kerentanan spesifik yang memerlukan sistem manajemen risiko darurat secara terpadu, terstruktur, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk respons terhadap eskalasi risiko tersebut, STIE Hidayatullah Depok menginisiasi Program Kampus Tangguh yang mengintegrasikan analisis potensi bahaya lingkungan dengan tindakan mitigasi praktis.

Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian agenda TC40 pemusatan pengaderan mahasiswa calon dai dan wisudawan STIE Hidayatullah.

Program keselamatan yang berlangsung selama lima hari ini mencakup pemetaan zona rawan, penyusunan lima prosedur operasional standar tanggap darurat, penentuan jalur evakuasi, serta penetapan titik kumpul aman.

Selain itu, sebanyak 25 hingga 40 peserta dari unsur pimpinan, dosen, mahasiswa, dan petugas keamanan mendapatkan pelatihan teknis intensif mengenai penanganan kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan skenario evakuasi terencana.

Puncak program direncanakan digelar simulasi terpadu skala penuh yang melibatkan sekitar 500 warga kampus guna menguji efektivitas koordinasi dan alur komunikasi darurat di lapangan. (adm/cha)

Bagikan:

Related Post