Padukan Keilmuan Ekonomi, Mahasiswi Boarding STIE Hidayatullah Perkuat Kompetensi Al-Qur’an

Mahasiswi boarding STIE Hidayatullah Depok tidak hanya diarahkan menguasai kapasitas keilmuan di bidang ekonomi, tetapi juga diperkuat dengan kompetensi pengajaran Al-Qur’an, salah satunya melalui Pelatihan Metode Al-Hidayah pada 11–12 Agustus 2026. Program intensif ini menjadi bagian dari upaya membangun lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan mentransformasikan ilmu keagamaan di tengah masyarakat.

Pelatihan menghadirkan Ustaz Supriadi, SE, Ustadz Arrobith Muhammad Abdurrahman S.H., Al Hafidz, dan Ustaz Muhdi Muhammad, S.Ag., sebagai instruktur. Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang memadukan pemahaman metodologis, pengelolaan pembelajaran, penguasaan teknik pengajaran, hingga praktik penyampaian materi Al-Qur’an.

Pada hari pertama, pelatihan dibuka dengan penekanan pada aspek fundamental dan manajerial. Peserta diarahkan untuk memahami landasan filosofis melalui sesi “Prinsip Metodologi Al Hidayah” yang disampaikan oleh Ustaz Supriadi.

Pentingnya tata kelola instruksional juga ditekankan dalam materi “Manajemen pembelajaran Al-Qur’an dalam sistem Al-Hidayah”. Pendekatan ini bertujuan agar para mahasiswi tidak hanya menguasai teknik membaca, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial yang selaras dengan standar sistem Al-Hidayah. Alur kegiatan kemudian berlanjut pada ranah teknis melalui sesi “Eksplorasi dan Teknik menjelaskan Al Hidayah 1” yang dipandu oleh Ustadz Arrobith.

Memasuki hari kedua, fokus pelatihan bergeser pada pendalaman materi yang lebih spesifik dan kompleks. Agenda dimulai dengan eksplorasi lanjutan pada tingkat ketiga dan keempat yang dipandu oleh Ustaz Supriadi dan Ustaz Arrobith.

Salah satu sesi krusial dalam rangkaian ini adalah “Eksplorasi dan Teknik menjelaskan Al Hidayah Tajwid Gharib” yang dibawakan oleh Ustaz Muhdi. Sesi ini menitikberatkan pada ketepatan teknik pengajaran aspek-aspek bacaan khusus dalam Al-Qur’an yang menuntut ketelitian tinggi.

Guna memastikan internalisasi materi, setiap tahapan teori selalu dipasangkan dengan sesi “Peer Teaching” yang difasilitasi oleh Tim Al-Hidayah. Mekanisme simulasi pengajaran antar rekan sejawat ini menjadi instrumen evaluasi langsung terhadap kesiapan praktis para peserta.

Rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari penuh ini diakhiri dengan prosesi penutupan resmi oleh panitia pada pukul 15.20 WIB. Melalui pelatihan ini, STIE Hidayatullah berharap dapat mencetak mutawif Al-Qur’an yang memiliki standar kompetensi mumpuni dalam mentransformasikan ilmu melalui sistem Al-Hidayah yang efisien dan berkualitas. (cha/adm)

******

MAU DAFTAR DI STIE HIDAYATULLAH?  Hubungi WA Center 085211865522 jika Anda membaca berita ini dari handphone, atau klik di sini.

Bagikan:

Related Post