Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok menempatkan pendidikan ekonomi dalam kerangka yang lebih luas dari sekadar penguasaan kompetensi profesional. Melalui kuliah umum (Studium Generale) pada Sabtu (5/9/2026), Ketua Yayasan Hidayatullah Depok, Ali Busyro, S.E., M.M., menegaskan bahwa ilmu ekonomi harus berjalan beriringan dengan Manhaj Sistematika Wahyu sebagai fondasi pembentukan kader peradaban.
Dalam naskah pidato bertajuk Cetak Biru Peradaban: Manifesto Kader, Ali Busyro mengingatkan ratusan civitas akademika, khususnya mahasiswa baru, bahwa STIE Hidayatullah dibangun bukan sebagai perguruan tinggi yang memisahkan ruang akademik dari kehidupan dakwah. Kampus tersebut terhubung dengan ekosistem pesantren dan pengabdian masyarakat sehingga proses pendidikan diarahkan menjadi pengalaman intelektual sekaligus pembentukan karakter.
“Kalian tidak hanya mengenal gedung kampus, tetapi mengenal rumah besar tempat kampus itu berada. Pendidikan di sini terintegrasi langsung dengan denyut nadi dakwah,” ujarnya.
Kerangka tersebut menempatkan Manhaj Sistematika Wahyu sebagai instrumen transformasi yang menghubungkan kesadaran ilmu, pembentukan akhlak, penguatan ibadah, hingga keberanian menerjemahkan pengetahuan dalam aksi dakwah.
Dia menegaskan kapasitas ekonomi seperti bisnis dan profesionalitas tetap menjadi tuntutan, tetapi harus ditopang kultur spiritual melalui pembiasaan ibadah, qiyamullail, dan tilawah Al-Qur’an.

Karena itu, orientasi mahasiswa diarahkan mengalami pergeseran bukan sekedar mengejar gelar, pekerjaan, dan akumulasi modal pribadi menuju penggunaan ilmu sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan umat.
Ia menegaskan, IPK tidak ditempatkan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Integritas moral, adab, kepemimpinan, kaderisasi, serta kemampuan profesional menjadi bagian dari arsitektur pendidikan.
STIE Hidayatullah menawarkan paradigma bahwa ekonomi bukan ilmu yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ikhtiar membangun peradaban. Pesan Ali Busyro kepada mahasiswa menjadi penegas orientasi tersebut.
“Jangan hanya bertanya apa yang akan kalian dapatkan dari STIE Hidayatullah. Mulailah bertanya, apa yang suatu hari nanti dapat saya berikan untuk Islam, untuk umat, untuk bangsa tercinta, dan untuk perjuangan ini,” pungkasnya. (cha/adm)






