Perguruan tinggi dituntut tidak hanya mencetak lulusan bergelar akademis, tetapi juga menghadirkan daya saing riil di tengah ketatnya dinamika bursa kerja nasional maupun global. Kesadaran strategis inilah yang melatari Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah.
Melalui penguatan visi sejak hari pertama kuliah, institusi secara aktif mendorong para calon mahasiswa untuk mempersiapkan kapasitas diri guna mengamankan posisi strategis di dunia kerja pasca kelulusan.
Langkah pembekalan tersebut diwujudkan secara kontekstual melalui agenda diklat lapangan di luar lingkungan kampus. Bertempat di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, puluhan calon mahasiswa peserta program Student Housing menyimak pengarahan langsung dari manajemen kampus pada Senin sore, 24 Agustus 2026.
Suasana akrab di saung terbuka tidak mengurangi bobot substansi pembekalan yang berfokus pada pemetaan karier dan kesiapan mental para peserta didik baru.
Wakil Ketua III STIE Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, S.SY., MIRK., menegaskan bahwa integrasi antara kurikulum akademik dan orientasi lapangan merupakan kunci utama penguatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pemantapan orientasi sejak dini menjadi akselerator penting agar mahasiswa mampu menjawab tantangan industri yang kian kompleks.
“Mahasiswa harus memantapkan visinya sejak awal untuk bersiap menghadapi persaingan global dan bursa kerja masa depan. Kampus menyiapkan jalur pengabdian dan profesionalisme yang terhubung langsung dengan jaringan lembaga di seluruh Indonesia,” ujar Rasfiuddin di sela-sela peninjauan kegiatan.
Skema kepengasuhan Student Housing menjadi nilai tambah berdikari bagi kampus ini. Melalui program ikatan dinas yang terintegrasi dengan jaringan organisasi Hidayatullah di berbagai wilayah Indonesia, para lulusan berpeluang mendapat jaminan penyaluran kerja yang sistematis.
Pola penguatan kapasitas leadership ini memastikan bahwa transformasi akademis tidak berhenti pada lembar ijazah, melainkan berlanjut pada kepastian penyerapan tenaga kerja secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan fondasi tersebut, calon mahasiswa diharapkan memandang masa kuliah bukan sebagai fase menunggu kelulusan, melainkan periode strategis untuk membangun kapasitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. (cha/adm)


