Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah menyelenggarakan pendidikan dan latihan bagi anggota Search Rescue Unit (SRU) mahasiswa di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut secara resmi dibuka pada Jumat, 6 Februari 2026, dan dilaksanakan di bawah pembinaan langsung SAR Hidayatullah. Program ini menghadirkan instruktur nasional yang memberikan pembekalan teknis serta penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang kesiapsiagaan dan penanggulangan kondisi darurat.
Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Supriyadi, yang dikenal sebagai bagian dari inisiator pendirian SAR Hidayatullah. Dalam sesi pembinaan, ia menyampaikan materi motivasi kepada peserta mengenai peran mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.
Pelatihan SAR mahasiswa merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas individu dalam menghadapi situasi darurat. Pelatihan tanggap darurat secara sistematis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapan individu, termasuk kemampuan respons awal, pengambilan keputusan, dan koordinasi di lapangan. Studi tersebut menegaskan bahwa pendidikan dan latihan terstruktur dapat meningkatkan efektivitas penanganan situasi darurat pada tingkat komunitas.
Selain itu, pelatihan berbasis simulasi dan pembinaan instruktur berpengalaman membantu memperkuat kompetensi teknis serta kesiapan mental peserta dalam menghadapi kondisi krisis.
Menurut Wakil Ketua IV STIE Hidayatullah, Alfarabi Nurkarim Enta, program pelatihan semacam ini juga berperan dalam membentuk kesiapan organisasi berbasis komunitas yang mendukung sistem penanggulangan bencana secara lebih luas.
“Pelaksanaan pendidikan dan latihan SRU mahasiswa menjadi bagian dari kegiatan pembinaan terstruktur yang mengintegrasikan penguatan kapasitas teknis, pembentukan karakter, serta kesiapsiagaan kemanusiaan,” jelasnya.
Dosen yang juga Ketua Umum SAR Hidayatullah menambahkan, kegiatan ini bagian dari upaya kampus dalam meneguhkan keterlibatan perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dasar dalam bidang penyelamatan dan respons darurat, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung ketahanan masyarakat. (nun/stieh)



