Lembaga perguruan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya, tetapi juga dari jejak pengabdian yang mereka tinggalkan di tengah masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah membuktikan perannya melalui para alumni yang mengabdikan ilmu hingga ke berbagai pelosok Indonesia.
Salah satunya adalah Aswin Azhar Solin, sosok dai sekaligus pembina generasi yang menunjukkan bahwa ilmu ekonomi dan manajemen dapat menjadi instrumen penting dalam membangun masyarakat.
Aswin lahir di Desa Sambaliang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, 43 tahun lalu. Berasal dari kawasan pedalaman tidak membatasi cita-citanya untuk menempuh pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama dan menengah atas di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Sumatera Utara, ia melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Hidayatullah, Depok. Pilihan tersebut menjadi titik penting yang membentuk cara berpikirnya dalam mengelola organisasi, memimpin masyarakat, dan mengembangkan lembaga dakwah secara profesional.
Bagi Aswin, ilmu manajemen bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang kuliah. Bahkan hal yang mungkin dianggap sederhana seperti dasar dasar ilmu manajemen baginya sangatlah berarti. Masih segar dalam ingatannya bagaimana almarhum Dr Abdul Mannan yang kala itu mengampu mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen/ Pengantar Manajemen mengajar lebih dari sekedar transformasi ilmu melainkan juga ada transfer nilai (transfer of values).
“Bagi saya, beliau dosen sekaligus murabbi yang mendorong mahasiswa melalukan enkulturasi ilmu ekonomi dalam bingkai spiritualisme Islam,” katanya, seraya mengenang sosok pendiri STIE Hidayatullah itu dalam mendidik bahkan saat menyampaikan materi dasar seperti POAC.
Konsep Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling atau POAC menjadi bekal yang terus ia gunakan dalam setiap amanah yang dijalankan. Perencanaan membantu menentukan arah baik dalam sektor bisnis atau gerakan non-profit, pengorganisasian menguatkan kolaborasi sumber daya, pelaksanaan memastikan setiap program berjalan efektif, sedangkan pengawasan menjaga seluruh proses tetap berada pada tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Aswin, kemampuan aplikasi POAC ini sangat dibutuhkan oleh siapa pun yang memimpin komunitas, lembaga pendidikan, organisasi sosial, maupun gerakan dakwah.
“Dasar-dasar manajemen seperti POAC sangat bermanfaat ketika kita berada di tengah masyarakat, terlebih saat memimpin sebuah komunitas. Semua menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ungkap Aswin dalam obrolan dengan redaksi Media Center STIE Hidayatullah, Jum’at (7/8/2026).
Ditengah distraksi dan derasnya gelombang informasi, Aswin menilai kebutuhan terhadap ilmu manajemen dan akuntansi pada era modern semakin mendesak.
Organisasi, lembaga pendidikan, yayasan, maupun usaha berbasis masyarakat tidak cukup hanya dikelola dengan semangat pengabdian, tetapi juga memerlukan tata kelola yang profesional, akuntabel, serta mampu menjawab tantangan perubahan zaman.
Kemampuan menyusun perencanaan, mengelola keuangan secara transparan, melakukan evaluasi, hingga membangun sistem organisasi menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor kehidupan.
Memberikan Manfaat bagi Bangsa

Sejak tahun 2011, Aswin membangun keluarga bersama Mursyidah, gadis asal Balikpapan. Dari rumah tangga tersebut lahir empat putra yang dipersiapkan sebagai generasi penerus.
Semangat pengabdian yang dibangun di lingkungan keluarga berjalan seiring dengan amanah yang ia emban sebagai dai di sebuah pesantren di pedalaman Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Selama 24 jam setiap hari, Aswin membersamai anak-anak yatim dan santri dari keluarga kurang mampu, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembina kehidupan mereka.
Berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek pendanaan dan operasional pesantren, tidak pernah mengurangi optimisme Aswin. Ia menjadikan firman Allah sebagai sumber kekuatan dalam menjalankan amanah. “Barangsiapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kehidupannya,” menjadi prinsip yang terus mengiringi setiap langkah pengabdiannya.
Bagi Aswin, pendidikan tinggi memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memperoleh gelar akademik. Dia berharap, melalui jejaring alumni yang tersebar di berbagai daerah, STIE Hidayatullah terus menghadirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi secara konseptual, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi kepemimpinan yang melayani, tata kelola yang profesional, serta pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
“Di tangan para alumninya, ilmu ekonomi yang kita pelajari di kampus STIE Hidayatullah terus tumbuh dan hidup sebagai instrumen pemberdayaan, dakwah, dan pembangunan peradaban,” pungkasnya.
MAU DAFTAR DI STIE HIDAYATULLAH? Hubungi WA Center 085211865522 jika Anda membaca berita ini dari handphone, atau klik di sini.






