Mahasiswa Jadi Instruktur Mitigasi, STIE Hidayatullah Siap Jadi Pelopor Pembentukan SDM yang Adaptif

Sebagai wujud komitmen pengabdian dan penguatan mutu lulusan, STIE Hidayatullah mengintegrasikan kesiapsiagaan bencana ke dalam pembekalan calon sarjana yang akan segera diwisuda.

Mengingat lebih dari 70 persen kejadian bencana di Indonesia didominasi oleh fenomena hidrometeorologi serta risiko geologi seperti gempa bumi dan kebakaran, kampus pendidikan tinggi yang berlokasi di bilangan Kalimulya ini memosisikan dirinya sebagai pelopor pembentukan SDM yang adaptif.

Para calon lulusan tidak hanya dibekali keahlian akademis, tetapi juga dilatih secara intensif menjadi instruktur mitigasi kebencanaan sebelum diterjunkan ke masyarakat melalui program kerja ikatan dinas di berbagai wilayah Indonesia.

Implementasi pembekalan diwujudkan melalui Program Kampus Tangguh yang berlangsung selama lima hari dengan memadukan analisis risiko dan kepemimpinan lapangan.

Sebagai bentuk uji peran instruktur, para calon sarjana mendampingi serta melatih ratusan siswa dan tenaga pendidik SMP serta MA Hidayatullah Depok.

Materi pembekalan mencakup pemetaan kawasan rawan, penyusunan lima prosedur operasional standar tanggap darurat, penentuan jalur evakuasi, teknik pemadaman api, hingga penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Pembekalan ini memastikan bahwa calon lulusan memiliki kompetensi pedagogis dan praktis dalam mentransfer pengetahuan keselamatan kepada komunitas sekolah.

Puncak kegiatan ditandai dengan simulasi terpadu skala penuh yang melibatkan sekitar 500 warga sekolah dan kampus guna menguji kesiapsiagaan operasional secara menyeluruh.

Keahlian sebagai instruktur ini menjadi bekal krusial bagi para calon lulusan saat menjalankan tugas ikatan dinas kelak, sehingga selain memiliki kecakapan akademis, mereka pun mampu menjadi penggerak utama penguatan mitigasi bencana, pelindung masyarakat, dan pilar keselamatan di daerah penugasan masing-masing. (cha/adm)

Bagikan:

Related Post