Ketua STIE Hidayatullah Narasumber Leadership Training Center Bahas Peradaban dan Posisi Pemuda Muslim

Ketua STIE Hidayatullah Muhammad Saddam menjadi salah satu narasumber dalam Leadership Training Center (LTC) Pemuda Hidayatullah yang mengangkat topik “Krisis Peradaban dan Posisi Pemuda Muslim hari ini” digelar di Ar-Rohmah, Puncak, Bogor, dibuka pada Kamis (25/9/2026).

Kehadiran Saddam menempatkan isu kepemudaan dalam kerangka yang lebih luas, yakni bagaimana generasi muda membaca perubahan zaman sekaligus menentukan posisi strategisnya dalam dinamika peradaban.

LTC Pemuda Hidayatullah secara resmi dibuka oleh Muhammad Agung, S.Pd., selaku Master of Trainer (MOT). Mengusung tema “Melejitkan Potensi Pemuda Penggerak Peradaban”, agenda ini diterangkan dia sebagai ruang pembinaan kepemimpinan, pengembangan kapasitas personal, dan penguatan karakter generasi muda.

Pembahasan mengenai krisis peradaban menjadi relevan karena kepemimpinan pemuda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi. Tantangan yang dihadapi generasi muda juga mencakup kapasitas intelektual, kematangan emosional, kemampuan membaca perubahan, serta keberanian mengambil tanggung jawab sosial.

Kerangka tersebut sejalan dengan pesan Muhammad Agung dalam pembukaan LTC. Ia menekankan bahwa pertumbuhan pemuda perlu berlangsung secara menyeluruh, mencakup aspek intelektual dan emosional.

“Pemuda harus siap tumbuh, baik secara pikiran maupun emosional. Karena menjadi pemimpin bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi juga bagaimana kita mampu mengelola diri, memahami orang lain, dan mengambil tanggung jawab.”

Dalam konteks itu, materi berkenaan dengan peradaban dan posisi pemuda ini menjadi bagian penting dari konstruksi pembinaan LTC dimana pemuda sebagai kelompok strategis yang perlu memiliki kemampuan membaca persoalan peradaban sebelum menentukan bentuk kontribusinya.

LTC tidak berhenti pada transfer wawasan kepemimpinan. Proses pembinaan juga diarahkan untuk membentuk pola pikir yang berkembang, karakter yang kuat, dan kesiapan menghadapi kompleksitas zaman.

Forum tersebut mengarahkan pengembangan potensi pemuda membangun kapasitas diri yang mampu bertumbuh secara personal sekaligus mengambil peran nyata bagi masyarakat, umat, bangsa, dan masa depan peradaban.

Bagikan:

Related Post