STIE Hidayatullah Lakukan Penguatan Kapasitas Mahasiswa melalui TOT Instruktur Muda 2026

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah menggulirkan pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Pelatih dan Instruktur Muda STIE Hidayatullah Depok Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, terhitung sejak Senin hingga Jumat, 11-15 Mei 2026, yang berpusat di lingkungan Asrama STIE Hidayatullah, Kampus Utama Hidayatullah Depok.

Penyelenggaraan agenda ini sepenuhnya dikelola oleh Tim Waka IV STIE Hidayatullah Depok sebagai upaya strategis dalam memperkuat sistem regenerasi kader di lingkungan lembaga. Wakil Ketua IV STIE Hidayatullah Depok, Al Farobi Nurkarim E, S.Pd., M.Pd, menjelaskan latar belakang kegiatan ini yang berakar pada eksistensi Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam berbasis kader yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

“STIE Hidayatullah, sebagai lembaga penghasil kader, memegang mandat untuk menyiapkan generasi muda yang siap bertugas di masyarakat melalui serangkaian proses pelatihan yang sistematis,” katanya kepada media ini disela kegiatan Pelatihan Manajemen Qurban sebagai salah satu rangkaian program ini, Kamis (14/5/2026).

Al Farobi menekankan pentingnya pelatihan ini karena “Proses tersebut bertujuan mematangkan emosi, sikap, kedisiplinan, keterampilan kepemimpinan, serta kesiapan pengabdian para kader”.

Secara yuridis, kegiatan ToT ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, serta Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Selain itu, program ini merupakan implementasi nyata dari Tridarma Perguruan Tinggi dan program pembinaan pengaderan internal STIE Hidayatullah Depok.

“Tujuan utama yang ingin dicapai meliputi pembentukan mentor yang mampu membina kedisiplinan asrama, pelatih fisik dan kesamaptaan yang kompeten, serta instruktur muda dalam rumpun bidang Search and Rescue (SAR) dan kegiatan lapangan dasar,” katanya.

Metode pelatihan dirancang secara terintegrasi dengan menggabungkan pembelajaran klasikal, praktik kepelatihan, pembinaan fisik, hingga simulasi lapangan. Kurikulum kegiatan mencakup tujuh rumpun materi utama, yaitu kepelatihan dan kepemimpinan, keasramaan, fisik dan kesamaptaan, pengajaran atau micro teaching, manajemen kegiatan, dasar-dasar SAR dan kemarkasan, serta penguatan spiritual melalui Gerakan Nasional Hidayatullah (GNH).

Pola harian dirancang sangat ketat, dimulai pukul 03.00 WIB dengan Shalat Lail dan Halaqah, dilanjutkan olahraga pagi, materi inti pada siang hari, latihan fisik sore, dan diakhiri dengan apel evaluasi serta briefing pada pukul 21.00 WIB.

Struktur kegiatan membagi waktu menjadi empat hari pertama untuk penguasaan materi inti serta simulasi harian, sementara hari kelima dikhususkan untuk simulasi besar atau ujian praktik terpadu. Target output dari pelatihan ini adalah tersedianya kader pelatih muda yang memahami peran, etika, dan batas kewenangan pelatih.

“Peserta dituntut mampu memimpin apel, melakukan inspeksi asrama, menangani pelanggaran melalui role play, hingga menguasai teknik komunikasi instruktif secara efektif,” terangnya.

Penilaian akhir dilakukan secara komprehensif oleh tim pelatih melalui observasi harian yang mencakup aspek kedisiplinan, kemampuan mengajar, kesiapan fisik, dan manajemen pengendalian regu. (din/adm)

Bagikan:

Related Post