DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) memasuki fase konsolidasi nasional melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Pimpinan Perguruan Tinggi Hidayatullah (Rakornas PTH) Tahun 2026 yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok.
Kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (15/1/2026) dan menjadi forum koordinasi nasional pertama yang secara khusus mempertemukan para pimpinan PTH dalam satu meja strategis.
Rakornas PTH 2026 diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah. Forum ini disebut sebagai ruang konsolidasi tata kelola, penguatan mutu akademik, pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta penyelarasan program kerja Dikti Litbang dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing kampus.
Ketua Departemen Dikti Litbang DPP Hidayatullah, Muhammad Saddam, M.Ak., menjelaskan bahwa Rakornas ini menjadi titik awal penting dalam membangun peta bersama pengembangan PTH secara nasional.
Dikti Litbang DPP Hidayatullah menerangkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan konsolidasi dan sinkronisasi kebijakan pendidikan tinggi di lingkungan Hidayatullah serta untuk memperkuat arah kebijakan mutu, standardisasi, dan akselerasi program kerja Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan.
Rakornas ini mengusung tema “Konsolidasi PTH dan Akselerasi Mutu: Laporan Kinerja, Standardisasi Sistem, dan Kolaborasi Global”. Tema tersebut mencerminkan fokus utama kegiatan, yakni penyusunan baseline capaian, tantangan, dan kebutuhan penguatan dari sembilan PTH yang berada di bawah naungan Hidayatullah.
Seluruh pimpinan kampus memaparkan laporan kinerja lima tahunan, mencakup data program studi, mahasiswa, dosen, akreditasi, sistem penjaminan mutu internal, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education, serta capaian penelitian.
Dikti Litbang juga menekankan bahwa Rakornas PTH 2026 memiliki beberapa tujuan strategis. Di antaranya adalah memperoleh arahan langsung dari Ketua DPP Bidang Pendidikan, memvalidasi laporan kinerja PTH sebagai dasar perencanaan bersama, serta menyelaraskan program kerja Dikti Litbang Tahun 2026 dengan kebutuhan riil kampus. Forum ini juga diarahkan untuk merumuskan rekomendasi dan rencana aksi bersama yang akan menjadi pedoman implementasi selama tahun berjalan.
Agenda Rakornas
Agenda Rakornas berlangsung secara terstruktur. Hari pertama diisi dengan pembukaan resmi, arahan pimpinan pusat, serta presentasi laporan perkembangan seluruh PTH, mulai dari STAI Luqman Al Hakim Surabaya, STIS Hidayatullah Balikpapan, STIE Hidayatullah Depok, STT STIKMA Internasional, Institut Hidayatullah Batam, Institut Agama Islam Abdullah Said (IAIA), STIT Mumtaz Karimun, STIS Samarinda, STIQ Ash Shiddiq Medan, hingga STIT Al Bayan Makassar.
Pada sesi-sesi berikutnya, Ketua Departemen Dikti Litbang DPP Hidayatullah memimpin pembahasan program kerja Dikti Litbang, konsolidasi strategi penerimaan mahasiswa baru 2026, hibah penelitian, serta rekomendasi pedoman organisasi terkait pengelolaan pendidikan tinggi.
Forum Rakornas juga menjadi wadah penguatan jejaring internasional melalui kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Turki dan Malaysia. Agenda ini bertujuan menjajaki peluang kolaborasi global di bidang akademik, riset, dan pengembangan kelembagaan. Hasil kunjungan tersebut direncanakan akan dirangkum dalam bentuk peluang kerja sama, penunjukan penanggung jawab tindak lanjut, serta rencana implementasi konkret.
Melalui Rakornas PTH 2026, DPP Hidayatullah menargetkan lahirnya beberapa output penting, antara lain laporan kinerja PTH 2020–2025, matriks rencana aksi PTH 2026 per kampus, mekanisme koordinasi dan monitoring nasional, serta Komunike Rakornas PTH 2026 yang memuat keputusan dan rekomendasi strategis.
Ketua Institut Agama Islam Hidayatullah (IAIH) Batam Muhammad Siddik, M.Pd., memandang penting forum ini dalam menguatkan tata kelola lembaga dalam menghadapi tantangan dunia akademik masa depan. “Semoga Rakornas ini menjadi wasilah kebaikan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi Hidayatullah,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Rizky Kurnia Sah, S.HI., M.E., menyebut forum ini sangat bermanfaat dalam memantapkan arah jejaring perguruan tinggi Hidayatullah.
“Gagasan dan ide ide dari forum ini harus diimplementasikan dalam dalam program kerja yang akan dilakukan, apalagi ini juga bagian dari rekomendasi arah straregis Hidayatullah,” katanya.
Rizki pun mengapresiasi STIE Hidayatullah sebagai tuan rumah dengan perkembangan pesatnya kini yang mencerminkan mutu dari kampus yang maju dan unggul serta sedang bertransformasi menjadi Universitas Hidayatullah Internasional (UHI).
Forum Rakornas ini juga menjadi ajang sinergi antara beberapa Departemen DPP Hidayatullah dengan para PTH diantaranya sinergi Departemen SDI, Departemen Rekrutmen, Departemen Pembinaan Anggota, dan Departemen Pengkaderan DPP Hidayatullah dalam rangka sinkronisasi agenda pengkaderan dan pengelolaan SDI Hidayatullah yang lebih koordinatif, sistematis, dan terstruktur.





