DEPOK — Rapat Koordinasi Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah digelar secara daring pada Ahad pagi, 5 Juli 2026. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua IKA STIE Hidayatullah, Syamsuddin, tersebut menjadi forum koordinasi awal kepengurusan untuk menyusun arah gerak organisasi sekaligus menghimpun pandangan, saran, dan masukan dari para alumni dalam memperkuat peran ikatan di masa mendatang.
Dalam pengantarnya, Syamsuddin memperkenalkan semangat kepengurusan yang dirangkumnya dalam tagline Bersama, Berdaya, Berdampak. Menurutnya, tiga kata tersebut menjadi fondasi dalam membangun organisasi alumni yang mampu menjaga kebersamaan, memperkuat kapasitas anggotanya, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kampus, alumni, dan masyarakat.
“Tagline Bersama, Berdaya, Berdampak menjadi komitmen kita untuk membangun ikatan alumni yang semakin solid, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi STIE Hidayatullah serta umat,” ujar Syamsuddin.
Forum kemudian membahas sejumlah program kerja yang sedang disiapkan pengurus. Salah satu isu yang memperoleh perhatian adalah penguatan dukungan alumni terhadap peningkatan penerimaan mahasiswa baru. Para peserta rapat menilai alumni memiliki posisi strategis sebagai duta kampus yang dapat memperkenalkan STIE Hidayatullah kepada calon mahasiswa di berbagai daerah melalui jejaring profesional maupun sosial yang telah mereka bangun.
Selain itu, rapat juga menggarisbawahi pentingnya menyediakan ruang aktualisasi bagi alumni. Berbagai gagasan mengemuka, di antaranya penyelenggaraan webinar, program mentoring, pengembangan jejaring bisnis, kolaborasi profesi, hingga kerja sama antaralumni yang dapat membuka peluang ekonomi baru. Seluruh program tersebut diarahkan agar ikatan alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahim, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kompetensi dan kolaborasi.
Salah satu peserta rapat, Rusdin Mancu dari Gorontalo mengatakan, penguatan organisasi alumni merupakan bagian dari pembangunan modal sosial yang memiliki nilai strategis. Jejaring alumni yang aktif dapat memperluas pertukaran informasi, meningkatkan peluang kerja sama usaha, memperkuat akses terhadap lapangan kerja, serta mempercepat transfer pengetahuan dan pengalaman profesional.
“Modal sosial yang kuat terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan memperkuat ekosistem kewirausahaan,” katanya.
Forum juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi Islam yang selama ini menjadi karakter Hidayatullah. Nilai-nilai ukhuwah, amanah, kejujuran, dan pengabdian dipandang tetap relevan untuk menjadi landasan dalam membangun jejaring alumni. Sejalan dengan visi Hidayatullah untuk membangun peradaban Islam, para peserta menilai penguatan kualitas sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan penguatan integritas moral dan etika.
Melalui rapat koordinasi ini, IKA STIE Hidayatullah menegaskan komitmennya membangun organisasi alumni yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Sinergi antara alumni, kampus, dan jaringan profesional diharapkan dapat memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, melahirkan kolaborasi ekonomi yang produktif, serta memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan penguatan ekonomi umat. (nun/stieh)






