STIE Hidayatullah Perkuat Sinergi Kemanusiaan untuk Aceh dan Sumatera

Keterlibatan STIE Hidayatullah dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera menegaskan peran perguruan tinggi dalam merespons persoalan sosial secara nyata dan terukur. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya kolektif lintas lembaga dalam memperkuat daya tanggap masyarakat terhadap dampak bencana alam.

Pengangkutan bantuan dilakukan dari Pondok Pesantren Hidayatullah Depok dengan total muatan beberapa ton logistik. Bantuan tersebut mencakup pakaian layak pakai, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan pada fase awal dan lanjutan penanganan pascabencana. Seluruh proses berlangsung dalam kerangka sinergi antara STIE Hidayatullah dan Baitul Maal Hidayatullah, bersama jejaring lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Wilayah DKI Jakarta.

Prosesi pelepasan bantuan dilaksanakan secara khidmat di Kantor Gubernur DKI Jakarta pada Selasa, 23 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa penanganan bencana telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan jangka menengah dan panjang. Para relawan kini difokuskan pada penguatan kondisi sosial dan ekonomi penyintas agar mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

BMH hadir sebagai salah satu dari 22 lembaga zakat yang bernaung di bawah payung Forum Zakat DKI Jakarta. Amil BMH yang aktif di FOZ Jakarta, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak menjadi fondasi penting dalam memastikan efektivitas distribusi dan keberlanjutan program kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal FOZ Wilayah DKI Jakarta Ikhwan Muttaqien mencatat total bantuan logistik yang berhasil dihimpun melampaui 60 ton, meliputi pangan, sembako, obat-obatan, serta perlengkapan darurat lainnya. Seluruh bantuan tersebut direncanakan disalurkan melalui jalur logistik laut dengan dukungan sektor swasta, guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

Keterlibatan STIE Hidayatullah melampaui fungsi akademik semata. Perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun solidaritas sosial, memperkuat jejaring kemanusiaan, dan menghadirkan kontribusi konkret bagi ketahanan masyarakat. Peran semacam ini menempatkan STIE Hidayatullah sebagai aktor pembangunan yang aktif, relevan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. (nun/adm)

Bagikan:

Related Post