Dari Forum Akademik Urun Rembuk, Mahasiswa STIE Hidayatullah Suarakan Solidaritas Global

Keterlibatan mahasiswa STIE Hidayatullah dalam forum Urun Rembuk Menembus Blokade Gaza menandai posisi kampus sebagai aktor sosial yang tidak terpisahkan dari dinamika kemanusiaan global. Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Zakat Goes to Campus yang diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia belum lama ini dan ditulis pada Selasa (23//12/ 2025).

Kehadiran mahasiswa STIE Hidayatullah dalam forum ini memperlihatkan konsistensi dunia akademik dalam merespons isu-isu ketidakadilan internasional melalui pendekatan intelektual dan etis.

Partisipasi aktif mahasiswa diarahkan untuk menegaskan peran strategis kalangan kampus dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas, termasuk rakyat Palestina. Forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wahana penguatan kesadaran bahwa pergulatan melawan penindasan menuntut keterlibatan ilmiah yang berlandaskan nilai kemanusiaan dimana mahasiswa adalah agen perubahan yang mampu menjembatani pengetahuan, empati, dan advokasi publik.

Salah satu peserta, Muhammad Kautsar, mengatakan bahwa pembahasan dalam forum mencakup perkembangan terkini Palestina dan dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Ia menilai pentingnya membangun kesadaran intelektual di kalangan mahasiswa bahwa perlawanan terhadap penjajahan—seperti yang dialami Palestina—tidak semata persoalan politik kekuasaan, melainkan persoalan kemanusiaan universal. Perspektif ini menuntut pendekatan rasional dan bermoral, bukan reaksi emosional sesaat.

Abdullah juga mengingatkan bahwa genosida terhadap rakyat Palestina telah berlangsung hampir delapan dekade. Namun, perhatian global baru menguat dalam dua tahun terakhir, seiring terbukanya informasi yang sebelumnya tertutup oleh dominasi media internasional. Bersama elemen mahasiswa lain, ia menyerukan agar perjuangan dilakukan melalui penguatan ilmu pengetahuan, iman, dan persatuan, serta menolak segala bentuk kekerasan sebagai jalan keluar.

Ketimpangan Struktur Relasi Internasional

Dalam forum yang sama, pakar Timur Tengah dan akademisi UI, Agung Nurwijoyo, memaparkan bahwa penindasan terhadap Palestina tidak dapat dilepaskan dari konfigurasi geopolitik global yang sarat kepentingan politik dan ekonomi negara-negara adidaya. Menurutnya, isu Palestina sebagai bagian dari struktur relasi internasional yang timpang, sehingga memerlukan pembacaan kritis berbasis riset dan data.

Agung mengaitkan posisi Indonesia dengan tradisi panjang memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa tertindas sejak Konferensi Asia Afrika dan peran aktif dalam Gerakan Non-Blok. Ia menilai, menguatnya kembali isu Palestina di panggung global sejalan dengan warisan politik luar negeri Indonesia yang berpihak pada keadilan dan kemerdekaan.

Dalam konteks itu, Agung menjelaskan, kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, dan advokasi. Dia melontarkan pernyataan “knowledge is power” yang menjadi penegasan bahwa kekuatan intelektual adalah fondasi utama solidaritas lintas bangsa.

Partisipasi mahasiswa STIE Hidayatullah dalam forum ini merupakan bagian dari peran institusi pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada transmisi ilmu ekonomi dan manajemen, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan tanggung jawab kebangsaan.

Melalui keterlibatan aktif dalam isu kemanusiaan global, STIE Hidayatullah menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan manusia Indonesia yang berwawasan keadilan, berakar pada nilai moral, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Di sinilah perguruan tinggi memainkan peran strategis dalam rangka membangun nalar kritis, memperkuat etika publik, dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan pembangunan nasional dalam lanskap global yang kompleks. (nun/adm)

Bagikan:

Related Post