STIE Hidayatullah Peserta Rakerda Kopertis WIlayah IV

STIE Hidayatullah Peserta Rakerda Kopertis WIlayah IVby Anchal Stevanoon.STIE Hidayatullah Peserta Rakerda Kopertis WIlayah IVYayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok dan kampus STIE Hidayatullah Depok, Jawa Barat, menjadi peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV yang diwakili oleh Ketua Yayasan, Ust Lalu Mabrul, M.Pd.I bersama Kepala Departemen Pendidikan Yayasan Hidayatullah Depok, Abdul Muhaimin, MM. Rakerda KOPERTIS Wilayah IV ini merupakan gelaran musyawarah yang juga […]

Di Harris Hotel & Convention-Festival CTLink BandungYayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok dan kampus STIE Hidayatullah Depok, Jawa Barat, menjadi peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV yang diwakili oleh Ketua Yayasan, Ust Lalu Mabrul, M.Pd.I bersama Kepala Departemen Pendidikan Yayasan Hidayatullah Depok, Abdul Muhaimin, MM.

Rakerda KOPERTIS Wilayah IV ini merupakan gelaran musyawarah yang juga dihadiri oleh seluruh pimpinan yayasan dan badan hukun penyelenggara perguruan tinggi swasta. Acara ini berlangsung di Convention Festival CTLink, Harris Hotel, Kota Bandung, baru baru ini.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, telah menyelenggarakan program pendidikan jenjang pergutuan tinggi bernama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) yang telah mendapat izin dari pemerintah dan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Pada rapat ini, selain membahas berbagai program dan evaluasi, juga dilakukan sosialisasi terkait upaya peningkatan mutu pembelajaran perguruan tinggi yang dalam hal ini reaktualisasi dan vitalisasi Tridarma perguruan tinggi.

Jalinan sinergis antara Kopertis, perguruan tinggi swasta, dan yayasan selaku penyelenggara harus selalu dikuatkan sebab ketiganya dipandang sebagai medium utama dalam penguatan kelembagaan institusi perguruan tinggu serta saling berkelindan dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

Perguruan tinggi di bawah yayasan didorong untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan mutu di segala aspek. Apalagi tantangan ke depan tentu tidak ringan, sebab, secara internal institusi akan berjibaku dengan ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai serta kekuatan finansial untuk pengelolaan.

Di sisi yang lain, PTS juga menghadapi tantangan secara eksternal yakni, diantaranya status dan peringkat dan ekreditasi, kualitas dosen, tata kelola, dan lain sebagainya.

Karena itu, jika yayasan dan PTS fokus pada kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah dosen dan mahasiswa serta tata kelola terkonstruksi secara dianamis profesional, niscaya kualitas pendidikan dan reputasi PTS akan baik.

Ketua Yayasan Hidayatullah Depok, Lalu Mabrul, M.Pd.I, dalam keterangannya mengatakan pihaknya terus melakukan pengingkatan hal-hal tersebut guna menjadikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) yang dikelolanya semakin maju dan berdaya saing.

Diantara komiten yang dilakukan adalah peningkatan infrastruktur perguruan tinggi serta komitmen ketersediaan penunjang mutu proses pendidikan.

“Tidak saja aspek fisik, dari aspek intelenjensi juga turut kita perhatikan. Selain itu, yang tak kalah penting, aspek estetika civitas akademika sehingga tidak ada disparitas ilmu pengetahuan dan output peserta didik yang dihasilkan, Insya Allah,” ujarnya.

Karenanya, pihak STIE Hidayatullah yang berada di bawah yayasan Hidayatullah Depok ini terus berkomitmen menjadi perguruan tinggi unggul dengan melakukan peningkatan kualitas dengan meningkatkan peringkat akreditasi, kualitas dosen, dan peningkatakn kuantitas dan kualitas riset.

Karenanya, hal-hal yang mungkin dilakukan untuk menopang harapan tersebut adalah melakukan peningkatan kompetensi dosen melalui sertifikasi hingga prosesi jenjang karir.

Selain itu, upaya capacity building dosen dan tenaga kependidikan menjadi mutlak adanya. Juga perlunya memfasilitasi pelatihan AA dan Pekerti untuk dosen PTS ditingkatkan dari aspek jumlah peserta per PTS.

Pihaknya juga berupaya melakukan kegiatan dan mendukung upgrading penyelenggara berupa TOT untuk multiplikasi penguasaan AA dan Pekerti ke seluruh dosen yang sekaligus bisa dibarengi dengan penyegaran dan pengawalan pengembangan metode pembelajaran ke sistem blended learning, e-learning, SCL, PBL, dan sebagainya.

“Alhamdulillah, Rakerda melalui Kopertis IV mendorong PTS Mendatangkan dosen pakar atau dosen ahli ke untuk pengembangan kualitas Tridharma PT dan tata kelola institusi studi banding PTS terkait metode pembelajaran ke PT yang unggul atau bahkan ke luar negeri,” imbuh Lalu Mabrul.

Sementara itu, Ketua STIE Hidayatullah, Dr. DA Abdullah, pihaknya memandang penting dilakukannya kerjasama PTS yang ada terutama STIE Hidayatullah yang dipimpinnya karena menurutnya masih banyak jejaring kemitraan yang strategis untuk dikembangkan dalam rangka vitalisasi Tridarma perguruan tinggi.

Diantara kerjasama yang sangat mungkin dilakukan, kata Abdullah, adalah kerjasama antar PTS dengan bidang ilmu serumpun, kerjasama antar PTS untuk pengembangan PTS di Kopertis IV dalam bentuk sharing session/ best practice/ lesson learnt dari PTS yang unggul/baik kepada PTS lainnya.

Tidak itu saja. Menurut Abdullah, resource sharing lintas PTS di wilayah yang berdekatan untuk peningkatan mutu pembelajaran juga menjadi perhatian pihaknya. Juga kerjasama berupa MoU dan Forum dengan PEMDA, Dunia Industri, Asosiasi Prodi, APTISI dan DIKTI.

Karenanya, baik pihak yaysan dan pengelola STIE Hidayatullah menyambut baik rekomendasi Rakerda ini yang mendorong perguruan tinggi swasta Kopertis Wilayah IV untuk mengoptialkan jejaring yayasan untuk pengembangan PTS baik dengan CSR industri, magang, dan penempatan lulusan. (ybh/hio)

Author: 

Admin

Related Posts