STIE Hidayatullah Gelar Kuliah Perdana Tahun Akademik 2016-2017

STIE Hidayatullah Gelar Kuliah Perdana Tahun Akademik 2016-2017by Anchal Stevanoon.STIE Hidayatullah Gelar Kuliah Perdana Tahun Akademik 2016-2017Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Kota Depok, Jawa Barat, menggelar acara kuliah perdana (Studium Generale) untuk mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017, berlangsung hari ini, Sabtu (10/09/2016). Acara yang berlangsung di Aula STIEHID Jl Raya Kalimulya Kebon Duren, Komplek Pesantren Hidayatullah Kota Depok, ini dihadiri oleh civitas akademika dan tamu undangan. Tema yang diangkat dalam […]

studium generale stie hidayatullah depok 2016_2

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Kota Depok, Jawa Barat, menggelar acara kuliah perdana (Studium Generale) untuk mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017, berlangsung hari ini, Sabtu (10/09/2016).

Acara yang berlangsung di Aula STIEHID Jl Raya Kalimulya Kebon Duren, Komplek Pesantren Hidayatullah Kota Depok, ini dihadiri oleh civitas akademika dan tamu undangan.

Tema yang diangkat dalam perkuliahan umum ini adalah “Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah Dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Bangsa” yang menghadirkan keynote speaker Ketua Dewan Pembina Yayasan Hidayatullah Depok, Dr KH. Abdul Mannan, MM.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan narasumber utama yaitu Senior Vice President Bank Muamalat Indonesia, Afrid Wibisono ST MM bersama Ir Abu A’la Abdullah, yang merupakan senat STIE Hidayatullah.

Dalam perkuliahan seminar ini mengemuka dukungan untuk dilakukannya percepatan aktualisasi sistem perekonomian syariah sebagai agenda nasional dalam rangka agenda besar ketahanan bangsa.

Hal tersebut terus didorong direalisasi untuk mewujudkan program nasional pemerintah. Sebagaimana telah ditegaskan oleh mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, saat mencanangkan Gerakan Ekonomi Syariah (gres!), Minggu, 17 November 2013.

Sistem ekonomi syariah dinilai mampu bertahan dari gejolak perekonomian dunia. Sistem ekonomi syariah menghindarkan pembiayaan yang bersifat spekulatif atau eksploitasi pasar keuangan, lingkungan hidup dan sosial, hanya demi keuntungan ekonomi pemilik modal.

studium generale stie hidayatullah depok 2016_3

Penerapan prinsip ekonomi syariah melalui sistem bagi hasil, aktualisasi ekonomi syariah menghilangkan jarak antara sektor keuangan dan sektor riil.Dengan kata lain, perkembangan sektor keuangan merupakan cerminan kemajuan sektor riil.

Pemerintah juga telah menegaskan bahwa ekonomi syariah sangat diperlukan untuk memperluas keuangan inklusi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kehadiran dana-dana sosial yang khas dalam sistem ekonomi syariah, seperti zakat, infaq, dan sedekah juga melengkapi sistem jaring pengaman sosial yang telah ada. Melalui hal ini kaum miskin dan dhuafa dapat diberdayakan dan dimandirikan seiring dengan gerak pembangunan nasional.

Salah satu tantangan terbesar pertumbuhan ekonomi syariah adalah masih rendahnya pemahaman tentang keuangan syariah, terutama universalisasi nilai-nilai yang menjadi ruh sistem keuangan syariah serta bentuk-bentuk aplikatif dari konsep itu.

Namun diharapkan proses pengenalan akan semakin mudah mengingat sesungguhnya nilai-nilai dalam perekonomian syariah memiliki kesamaan dengan nilai-nilai lokal.

Selain itu, dinilai sangat penting upaya pembuatan cetak biru (blueprint) ekonomi syariah Indonesia yang sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah maupun pembangunan jangka panjang serta dengan MP3EI.

studium generale stie hidayatullah depok 2016

Sementara itu dalam upayanya untuk meningkatkan industri ekonomi syariah, pemerintah juga telah melakukan sejumlah hal, antara lain dengan menyediakan payung hukum yang dibutuhkan bagi pengembangan industri keuangan syariah.

Sejumlah payung hukum itu antara lain UU No.19 Tahun 2008 tentang Sukuk Negara, UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dan UU No.42 Tahun 2009 terkait perpajakan.

Sejak tahun 2008, pemerintah melalui Kemenkeu secara reguler menerbitkan sukuk (surat berharga) guna mendukung pendalaman pasar keuangan syariah.

Sedangkan Kementerian Agama juga terus meningkatkan profesionalitas pengelolaan dana haji melalui instrumen pengelolaan syariah dan terus mendorong pengelolaan zakat tunai secara lebih baik lagi.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua STIE Hidayatullah, Dr DA. Abdullah, Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Ustadz Lalu Mabrul, M.Pd.I, Waka I Akademik Abdul Chalik Hadjib, MM, Waka II BAAK dan Administrasi Hafid Bahar, MM, Waka III Bidang Kemahasiswaan Suheri Abdullah, MM, dan pengurus STIEHID lainnya beserta ratusan hadirin.(ybh/ant)

Author: 

Admin

Related Posts