“Badan Eksekutif Mahasiswa STIEHID sebagai Wadah Kreatifitas Leadership”

“Badan Eksekutif Mahasiswa STIEHID sebagai Wadah Kreatifitas Leadership”by Anchal Stevanoon.“Badan Eksekutif Mahasiswa STIEHID sebagai Wadah Kreatifitas Leadership”Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (BEM-STIEHID), Abdul Ghani, mengatakan BEM adalah wadah kreatifitas leadership yang memungkinkan siapa saja mahasiswa terlibat di dalamnya membangun kultur diri. “Kultur tidak bisa tidak hanya bisa terbangun apabila ia ditopang dengan konsistensi. Dengan kedisplinan yang terbiasa dibangun dalam organisasi BEM, diharapkan anggota di dalamnya akan terbiasa […]
Ketua BEM Abdul Ghani bersama pengurus BEM STIE Hidayatullah 2015-2016  di depan perpustakaan kampus / ain

Ketua BEM STIEHID Abdul Ghani (kedua dari kanan) bersama pengurus BEM STIE Hidayatullah 2015-2016 lainnya di depan perpustakaan kampus / ain

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (BEM-STIEHID), Abdul Ghani, mengatakan BEM adalah wadah kreatifitas leadership yang memungkinkan siapa saja mahasiswa terlibat di dalamnya membangun kultur diri.

“Kultur tidak bisa tidak hanya bisa terbangun apabila ia ditopang dengan konsistensi. Dengan kedisplinan yang terbiasa dibangun dalam organisasi BEM, diharapkan anggota di dalamnya akan terbiasa dengan budaya positif tersebut,” kata Abdul Ghani di sela-sela acara Ordik Mahasiswa Baru di Kampus STIEHID Kota Depok, baru baru ini.

Ghani berharap, BEM STIEHID yang saat ini dipimpinnya terus mengalami peningkatan baik dari sisi mutu maupun kualitasnya di masa mendatang.

Dia berharap fungsi Badan Eksekutif Mahasiswa kampus ini terus dikuatkan. Apalagi menurutnya, dinamika dan kreatifitas anak-anak muda mahasiswa selalu perlu mendapat wadah yang tepat salah satunya melalui organisasi BEM.

BEM sebagai ruang kreatifitas leadership, dijelaskan Ghani, adalah wadah penempaan diri dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial dimana mahasiswa dituntut untuk menjadi teladan.

Ghani menyebutkan, setidaknya ada empat fungsi BEM yang perlu selalu menjadi concern pengurusnya. Pertama, kata Ghani, BEM sebagai fungsi aspiratif. Yakni, menjadi penampung dan penyalur aspirasi atau keinginan mahasiswa yang selanjutnya diteruskan kepada pihak kampus.

Kedua, fungsi advokasi. Yakni berperan sebagai mitra komunikasi dengan mahasiswa dengan civitas kampus lainnya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kampus.

Kedua, fungsi koordinasi. Yakni menjadi tempat berkoordinasi berbagai kepentingan unit kegiatan mahasiswa sehingga berbagai kegiatan ekstra kampus dapat berjalan sesuai dengan visi dan koridor yang telah ditetapkan oleh kampus.

Dan, keempat, BEM sebagai fungsi katalisator. Dijelaskan Ghani, BEM STIE Hidayatullah mesti berfungsi katalis dengan sigap memberi bantuan dan peranan dalam menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi oleh mahasiswa atau kampus.

Pengurus BEM STIE Hidayatullah 2015-2016 (2)

Dengan dijalankannya empat fungsi utama BEM tersebut, Ghani berharap BEM STIE Hidayatullah dapat semakin menguatkan perannya sebagai penghubung komunikasi antara pengelola kampus dengan mahasiswa ataupun antar UKM/ Lembaga

“Kita berharap sekali BEM STIEHID terus mendukung meningkatkan citra dan eksistensi kampus di kancah nasional baik dalam kegiatan kemahasiswaan bersifat akademik maupun ekstrakulikuler,” imbuhnya.

Selain itu, BEM juga diharapkan menjadi sarana menampung aspirasi seluruh mahasiswa, baik berupa kritik, saran, masukan, informasi atau advokasi yang selanjutnya ditindak lanjutnya ditindak lanjuti sesuai prosedur. (ybh/hio)

Author: 

Admin

Related Posts