Selama Ramadhan BEM STIE Hidayatullah Gelar Seminar Pekanan

Selama Ramadhan BEM STIE Hidayatullah Gelar Seminar Pekananby stiehidacidon.Selama Ramadhan BEM STIE Hidayatullah Gelar Seminar PekananKamis pekan lalu (18/7) mahasiswa STIE Hidayatullah Depok menggelar acara seminar yang bertajuk “Optimalisasi Dai Muda Terhadap Perubahan Ummat”. Hadir sebagai pemateri Ust. Lalu Mabrul, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, lulusan sekolah Pascasarjana UIKA Bogor itu menjelaskan tentang para pelaku perubahan di masa lalu. “Harus dipahami bahwa perubahan yang terjadi di nusantara ini sepanjang sejarah tidak bisa […]

Kamis pekan lalu (18/7) mahasiswa STIE Hidayatullah Depok menggelar acara seminar yang bertajuk “Optimalisasi Dai Muda Terhadap Perubahan Ummat”.

Hadir sebagai pemateri Ust. Lalu Mabrul, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, lulusan sekolah Pascasarjana UIKA Bogor itu menjelaskan tentang para pelaku perubahan di masa lalu.

Seminar Mahasiswa dengan Tema Indonesia Sejahtera beberapa waktu lalu

Seminar Mahasiswa dengan Tema Indonesia Sejahtera beberapa waktu lalu

“Harus dipahami bahwa perubahan yang terjadi di nusantara ini sepanjang sejarah tidak bisa dilepaskan dari peran para dai, utamanya para dai muda. Para dai muda itulah yang berperan sebgai ujung tombak perubahan,” paparnya dengan tegas.

“Tanpa dai mungkin bangsa ini tidak mengenal nilai-nilai luhur dari ajaran Islam. Yang menarik adalah, sembari dakwah para dai terdahulu juga ahli dalam dunia perdagangan,” jelasnya.

Dengan demikian berarti dai dan ekonomi adalah satu kesatuan dalam sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di bumi Nusantara ini.

Dalam seminar yang diikuti oleh seluruh civitas akademika STIE Hidayatullah dan warga pesantren itu, Ust Lalu, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa perubahan yang mesti diagendakan ke depan adalah perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Tidak semua perubahan itu mengarah pada keimanan dan ketakwaan. Oleh karrena itu, kita mesti memahami bahwa satu-satunya perubahan yang perlu diagendakan di masa mendatang adalah perubahan yang benar-benar lahir dari pemahaman yang utuh terhadap kandungan dan nilai-nilai suci Al-Qur’an,” pungkasnya.

Sementara itu, Shodiqin, selaku ketua panitia mengatakan bahwa seminar ini diperlukan untuk menambah wawasan dan spirit mahasiswa untuk lebih aktif dan produktif selama Ramadhan.

“Ya ini kami maksudkan untuk memotivasi diri kami sendiri (para mahasiswa) agar Ramadhan tahun ini benar-benar mampu menjadi media untuk berubah lebih berarti untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” tuturnya.

Program seminar Ramadhan ini akan dilangsungkan sebanyak tiga kali dengan berbagai tema dan nara sumber yang berbeda.

Sore ini (Selasa, 23/7) akan diisi oleh Ust. Suharsono dengan tema, “Revitalisasi Kemurnian Iman dalam Menggapai Keberkahan Ramadhan.

Author: 

Related Posts